Terluka


Friday, 2 May, 2008 8:20 PM
Terluka

Hati pilu gundah gulana
menggoreskan pena menulis tiga empat patah kata,
sementara air mata telah mengusir lima enam baris
hanya harap dapat bertemu denganmu.
Hati hancur terkoyak-koyak
kedukaan berlipat-lipat dan tak ada yang tersisa
kecuali hati yang terluka
karena kecewa.

 
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.
0 Responses