Ksatria TEMPLAR 4

DAFTAR PARA GRAND MASTER DARI ORDO THE KNIGHTS TEMPLAR

Para GrandMaster adalah pemimpin absolut dari keseluruhan Ordo Templar dan hanya tunduk dibawah otoritas Paus sendiri.

Sesuai peraturan dalam ordo ksatrian Templar, seorang GrandMaster dilengkapi dgn 5 ekor kuda (ksatria Templar biasa hanya 3 ekor kuda), pengawalan dari seorang Sergeant berkuda, valet (pembawa tombak dan pembawa perisai), advisor, juru masak dan penterjemah.

Berikut daftar para Grand Master Templar sejak terbentuknya Ordo Knights Templar 1118 sampai 1314 ketika secara resmi dihapuskan olah konspirasi raja Frankish - Vatikan:
1. 1118 - 1136 Hugh de Payens (founding member of the order)
2. 1136 - 1146 Robert de Craon
3. 1146 - 1149 Everard des Barres
4. 1149 - 1153 Bernard de Tromelai
5. 1153 - 1156 Andre de Montbard (salah satu pendiri yg juga merupakan paman dari Bernard of Clairvaux)
6. 1156 - 1169 Bertrand de Blanchefort (Grand Master yg menetapkan Lambang tradisional Templar 'Two knights on one horse seal')
7. 1169 - 1171 Philip de Milly
8. 1171 - 1179 Odo de St Amand
9. 1179 - 1184 Arnold de Toroga
10. 1185 - 1189 Gerard de Ridefort (Grand Master yg bertempur pada pertempuran Hattin dgn pasukan Salladin)
11. 1191 - 1193 Robert de Sable (Grand Master yg melakukan pembelian pulau Cyprus dari Richard I 'The Lion Heart')
12. 1193 - 1200 Gilbert Erail
13. 1201 - 1208 Phillip de Plessiez
14. 1209 - 1219 William de Chartres
15. 1219 - 1230 Pedro de Montaigu
16. (???) - 1244 Armond de Perigord
17. 1245 - 1247 Richard de Bures
18. 1247 - 1250 William de Sonnac
19. 1250 - 1256 Reynald de Vichiers
20. 1256 - 1273 Thomas Berard
21. 1273 - 1291 William de Beaujeu (Grand Master yg gugur dalam pertempuran di Accra.
22. 1291 - 1293 Thiobald de Gaudin
23. 1293 - 1314 Tacques de Molay (The Last Grand Master of The Order)

Grand Master Knights of Templar pasca holocaust dari inkuisisi menurut sumber dari SMOTJ (Sovereign Military Order of the Temple of Jerusalem).
Knight of Templar tidak berakhir bersamaan dgn kematian De Molay. Menurut dokumen yg disebut Larmenius Charter, Jacques de Molay sempat mengangkat John Mark Larmenius seorang ksatria Templar yg bertugas di Napoli menjadi Grand Master penggantinya.

Berikut daftar Grand Master pasca holocaust 1314:

1. 1313 - 1324 John Mark Larmenius
2. 1324 - 1340 Thomas Theobald of Alexandria
3. 1340 - 1349 Arnaud de Braque
4. 1349 - 1357 Jean de Claremont
5. 1357 - 1381 Bertrand du Guesclin
6. 1381 - 1392 Bernard Arminiacus
7. 1419 - 1451 Jean Arminiacus
8. 1451 - 1472 Jean de Croy
9. 1472 - 1478 Bernard Imbault
10.1478 - 1497 Robert Leononcourt
11.1497 - 1516 Galeatius de Salazar
12.1516 - 1544 Gapard de Galtiaco Tavanensis
13.1544 - 1574 Phillipe Cabot
14.1574 - 1615 Henry de Montgomery
15.1615 - 1651 Charles de Valois
16.1651 - 1681 Jacques Ruxellius de Grancieo
17.1681 - 1705 Jacques Henry Duc de Duras
18.1705 - 1724 Phillipe, Duc D'Orleans
19.1724 - 1737 Louis Augustus Bourbon
20.1737 - 1741 Louis Henry Bourbon Conti
21.1741 - 1776 Louis-Francois Bourbon Conti
22.1776 - 1792 Louis-Hercule Timoleon, Duc de Cosse Brissac
23.1792 - 1804 Claude-Mathieu Radix de Chavillon
24.1804 - 1838 Bernard Raymond Fabre Palaprat

Para ksatria perang salib di bawah pimpinan Louis VII terkaget2 sewaktu melihat orang2 latin di Outremer (Yerusalem) telah begitu banyaknya mengadopsi gaya hidup Timur, tanpa menyadari bahwa di banyak kasus pengadopsian budaya lokal merupakan salah satu hal yang paling "aman" untuk dilakukan. Budaya dunia Arab lebih "beradab" dibanding budaya yang dikenal kebanyakan crusader di barat:

"Orang2 Frank (crusader biasanya dikenal sebagai 'frank' karena banyak di antaranya berbahasa prancis) mempekerjakan dokter, koki, pelayan, seniman, dan pekerja Siria. Mereka memakai pakaian dari garmen Timur. Jendela2 diberi kaca, lantai diberi mozaik, air mancur dibuat di taman, yang dibuat berdasarkan model Siria. Mereka mempekerjakan gadis2 penari untuk hiburan, penggali kubur profesional. Mereka mandi menggunakan sabun. Dan juga mengkonsumsi gula."

Walaupun Yerusalem berada di tangan Kristen, sebagian besar populasinya tetap muslim. Meskipun menjadi penduduk kelas dua kecuali apabila pindah agama, mereka diperbolehkan untuk memilih kepala komunitas, dan selama mereka membayar pajak tepat waktu, tidak ada yang perlu mereka khawatirkan. Seperti komunitas muslim, komunitas yahudi juga relatif tidak diganggu (berbeda kontras dengan apa yang terjadi pada Perang Salib I).

Templar menunjukkan toleransi yang besar terhadap Islam. Grand Master Templar selalu memiliki sekretaris Saracen, dan tidaklah langka bagi para ksatria templar mempelajari bahasa Arab. Jika duta muslim datang mengunjungi templar di yerusalem, kepadanya diberikan sebuah kapel kecil untuk berdoa, dan apabila seseorang mencoba menghentikan si duta tersebut, ksatria templar akan menyeretnya keluar dan membiarkan sang duta berdoa dalam damai.

Salah satu yang menarik adalah hubungan templar dengan salah satu kelompok muslim fanatik, Assassin. Ini menarik untuk dicermati.

Salah satu hubungan yang cukup erat antara ksatria templar dengan dunia muslim adalah hubungannya dengan sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Assassin. Kelompok ini merupakan aliran Shi'ite fanatik yang muncul dari Fatimids, rezim utama dari Shi'ite, dimana mereka menempatkan diri di daerah pegunungan Elburz di bagian timur laut Persia dan kemudian di daerah pegunungan Lebanon juga. Pemimpin mereka dikenal oleh orang2 Frank sebagai Tetua dari Pegunungan (eng: the Old Man of the Mountains). Aliran Shi'ite mempercayai mistis dan kedatangan Mahdi, yang akan muncul menghancurkan tirani dan membangun firdaus.

Kelompok ini mengejar tujuan mereka melalui teror dimana Assassin melakukan pembunuhan terhadap lawannya dengan berani -dan terkadang merupakan serangan bunuh diri-. Nama mereka diambil dari kata hashishim, pemakan hashish, obat yang dikatakan dapat membuat pemakainya tidak takut apapun). Korban2 kelompok ini tidak jarang merupakan kelompok muslim saingan, Sunni, bahkan kelompok lain dari Shi'ite itu sendiri.

Setidaknya ada salah satu insiden menarik yang berkaitan dengan Assassin. Pada tahun 1173, Raja Yerusalem, amalric I mencoba membentuk aliansi dengan Assassin, dimana amalric mempercayai bahwa Tetua dari Pegunungan akan berpindah agama menjadi Kristen. Ini mungkin tidak terdengar se-"wah" kedengarannya, soalnya beberapa tahun sebelumnya Tetua dari Pegunungan tersebut meniadakan hukum2 dari Rosul yang membuatnya dan sekte yang dipimpinnya menjadi "aliran sesat". Kemudian, sebuah group ksatria Templar menyerang Abdullah, utusan Assassins, di dekat Tripoli dan membunuhnya. amalric kontan marah2, dan penulis2 seperti William of Tyre dan Walter Map mendapatkan kesempatan untuk menuliskan tentang keserakahan templar, dimana menurut mereka, orde ini takut kehilangan upeti sebesar 2000 besant yang dibayar Assassin kepada Templar. Grand Master Templar, Odo de St Amand, menolak untuk menyerahkan si pembunuh, ksatria bermata satu yang bernama Walter of Mesnil, dengan alasan bahwa great bull dari Paus Innocent tahun 1139 menempatkan Templar di atas jurisdiksi kerajaan Yerusalem. Oleh karena itu, odo berkeinginan untuk mengirim Walter ke Roma untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, amalric tidak menghiraukan sang Grand Master dan menangkap Walter di Sidon, kemudian memenjarakannya. amalric berhasil membujuk sang Tetua Assassin dengan menyatakan bahwa Templar bergerak sendiri, namun semua percobaan untuk membentuk aliansi dengan assassin mencapai titik terendahnya.

Insiden di atas menunjukkan bahwa jika diperlukan Templar tidak hanya akan menentang sebuah kelompok muslim yang mereka toleransi dan segani, tapi juga menentang Raja Yerusalem. Namun, alasan dari peristiwa pembunuhan yang disebutkan di atas tidak pernah terbongkar secara menyeluruh. Beberapa mengatakan bahwa templar takut kehilangan upeti, namun ini sepertinya kurang dapat diterima mengingat kekayaan orde pada saat itu yang melimpah. Mungkin, mereka menyadari bawa Assassin tidak dapat dipercayai sepenuhnya dan sebuah faksi templar dibawah Walter of Mesnil memutuskan untuk bergerak sendiri.

coba baca2 di awal2 mengenai harta yang 'katanya' ditemukan oleh para Templar di bawah kuil Salomo.
Bisa jadi, Templar memang menemukan sesuatu. Tapi kita tidak pernah akan tahu apa yang benar2 ditemukan oleh Templar. Oleh karena itu, legenda2 bermunculan. Termasuk Holy Grail....

Selain itu, mengingat kekayaan templar yang besar dimana mereka setidaknya bisa dikatakan sebagai yang pertama menerapkan sistem perbankan di eropa (novel dan brown untuk bagian yang ini ada benarnya lho...) dan kejatuhan orde ini yang tragis, banyak orang berpikiran bahwa paling tidak ada beberapa yang selamat dari 'pembantaian' dengan membawa harta2. Dan, legenda2 bermunculan....

Memang sulit untuk dibuktikan,
tapi setidaknya menarik untuk dicermati...

- mengenai ordo assasin -
Ordo Hashashi
Yang merupakan asal kata Assassin merupakan sebuah sekte tersendiri dalam Islam. Mereka sangat anti dengan Kalifah Fatimid, khususnya faham Shi'ah. Mereka sangat memusuhi orang Islam diluar aliran mereka. Target mereka justru adalah tokoh agama/ulama Islam. Para sejarawan menduga asal kata dari Hashashi adalah Hashis yaitu candu yang berasal dari India. Mengkonsumsi Hashis adalah salah satu dari ritual mereka dimana para pemimpin mereka menganggap stimulasi dari Hashis bisa membuat mereka 'memasuki dimensi gaib'.

Kaum Hashashi adalah golongan Islam pertama yang melakukan pola serangan 'bunuh diri' dengan target para pemimpin agama/ulama Islam diluar aliran mereka.Secara ideologis mereka tidak memerang Kalifah tertentu tapi memfokuskan kepada pembunuhan para ulama.Kaum Hashashi dimusuhi oleh Kalifah2 Islam di wilayah itu seperti Kalifah Baghdad dan Kalifah Kairo. Namun ironisnya di masa Perang Salib kaum Assassin itu bermarkas di daerah pegunungan Lebanon yang notabena merupaka daerah kekuasaan Crusader khususnya Ordo Templar.

Para sejarawan banyak yang menyatakan bahwa Sekte Hashashi adalah 'mirror image' alias mirip dengan Ordo Templar. Hanya saja dalam keyakinan yang berbeda.
Bahkan organisasinya nyaris sama. Apabila dalam Templar ada hirarki seperti Brother Sergeant, Full Knight, Commander of region hingga Grand Master, maka dalam hirarki Assassin terdapat susunan yg nyaris sama. Dalam Assassin ada tingkatan mulai dari Fida'i, Fida'i Kabir, Da'i Kabir dll hingga Puncak pemimpinnya.

Secara ideologis Templar dan Assassin adalah sebuah organisasi religius-militan dengan sistem ke pemimpinan yang tidak mengacu kepada figur suatu pribadi melainkan murni organisasi yang sistim kepemimpinannya dipilih bukan berdasar garis keturunan melainkan pemilihan yang didasari reputasi dan prestasi terhadap Ordo/sekte mereka.

Sekte Assassin akhirnya punah setelah kubu mereka di Lebanon digempur pasukan agresor Mongol dibawah Hulaghu Khan. Ketika itu pasukan Mongol mengerahkan 50.000 tentara menyerbu kubu pertahanan Assassin di Lebanon dan membunuh sekitar 30.000 anggota militannya. Pasukan Mongol tersebut adalah pasukan yang sama dengan pasukan menghancurkan Kalifah Baghdad.

beberapa sumber, seperti yang saya sebutkan, Assassin dikatakan berasal dari kata hashih, yang dikatakan sebagai sejenis obat / candu.
Tapi, sumber lain menyatakan bahwa kata Assassin adalah berarti pengikut Hasan (Hasan-i Sabbah)...
seperti tertulis di wikipedia ( http://en.wikipedia.org/wiki/Hashshashin#History )

.. sekian lain kali di sambung

Category: ,  
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.
1 Response
  1. gravatar Anonymous

    Ola, what's up amigos? :)
    I will be happy to receive any help at the beginning.
    Thanks in advance and good luck! :)