Showing posts with label arkeolog. Show all posts

21 Juli lalu, dipamerkan benda kemiliteran kuno Tiongkok yang sangat langka, dari benda-benda yang tak ternilai tersebut dipamerkan, ada pedang milik Gou Jian (baca: kou cien), Raja Yue (sekitar 500 tahun SM), buku kuno ilmu kemiliteran Sun Zi (baca: suen ce, di Indonesia terkenal dengan Sun Tzu) berasal dari makam dinasti Han di gunung Yin Que (baca: yinjue) dan lain sebagainya.
Diantaranya juga terdapat pedang raja Yue, Gou Jian dan cucu Gou Jian. Pedang yang pernah dipergunakan oleh buyutnya serta pedang dari putera mahkota Wu. Empat pedang tersohor ini untuk kali pertama dipamerkan secara bersamaan di depan umum, sebuah kejadian langka di dalam sejarah.

Pekerja dengan sangat hati-hati menempatkan pedang Gou Jian dari Raja Yue yang didatangkan dari propinsi Hubei ke Beijing, ke dalam kotak pajangan khusus. Meski telah melewati usia yang begitu panjang masih saja tajam tak tertandingi.
Pedang Gou Jian tajamnya dapat membuat “rambut lewat, terputus” milik sang raja Yue membuat orang terkagum-kagum.
Menurut cerita pekerja, pedang Gou Jian sesudah digali keluar dan di dalam sebuah eksperimen, mata pedang (blade) dalam satu kali tebas dengan mudah memotong 26 lembar tumpuk kertas.
“Sungguh-sungguh telah dicoba oleh seorang pekerja yang mengambil sehelai rambutnya dan dilepas secara alami ke atas mata pedang, rambut tersebut langsung terpotong jadi 2.”
Pedang Gou Jian milik Raja Yue memiliki panjang 55.6 cm dan lebar 4,6 cm. Pada 1965 ditemukan di gunung Jiang Ling propinsi Hubei. Pada badan pedang terdapat tekstur berbentuk rhombis, berpola blue inlay berglasur dan terdapat permata turquoise (biru hijau).
Ketika digali tertancap di dalam sarung bercat transparan dan di bagian lehernya terlilit tali sutera. Di dekat pegangannya tertera “Pedang pribadi Gou Jian – Raja Yue”. Pedang tersebut berasal dari makam (dinasti) Chu, diletakkan di sebelah kiri kerangka jenazah, sebagai pedang pribadi.

Pedang Gou Jian dewasa ini adalah pusaka milik museum propinsi Hubei. Kepala museum propinsi Hubei, Wang Hongxing berkata, “Hingga sekarang, pedang ini masih saja diselimuti banyak misteri, misalnya tentang asal usulnya, teknik pembuatannya dan lain sebagainya.”
Selain kehadiran keempat pedang ternama tersebut, ada lagi yang boleh dibilang adalah “Pistol otomatis” zaman kuno, yakni busur mekanik otomatis dari zaman Zhan Guo (403 – 221 SM).
Wang Hongxing menyatakan, petugas arkeologi membuat turunannya sesuai dengan busur aslinya dan bisa dibidikkan sejauh 20 hingga 30 langkah, sekali isi bisa dipasang dan ditembakkan 2 batang anak panah mekanik, ini di zaman kuno nyaris bagaikan “pistol otomatis”.
Selain itu, di dalam pameran kali ini juga kali pertama ditunjukkan 20 potong serpihan buku (kala itu buku belum dibuat dari kertas, melainkan dari lempengan bambu) ilmu kemiliteran Sun Zi dari makam Han di gunung Yin Que.
Sisa serpihan ilmu kemiliteran hasil karya Sun Zi yang masih eksis dan tertua ini sangat berharga, setiap serpihan masing-masing diletakkan di dalam sebuah tabung kaca transparan, sekitarnya diisi penuh dengan cairan pelindung transparan, para penonton melalui kaca masih bisa membaca aksara berwarna hitam di atas serpihan tersebut.
| Berikut penemuan penemuan besar bangsa China zaman dahulu 10. Serbuk Mesiu Dijelaskan dalam terbitan dari koleksi buku “tehnik militer paling penting” yang disusun oleh Zeng Goliang, Mesiu awalnya dibuat dari campuran kalium nitrat, arang dan belerang. Ini diasumsikan sebagai penemuan mesiu, karena Zeng menggambarkan tiga campuran bahan berbeda dan kemudian China menggunakannya sebagai sinyal suar dan kembang api, yang kemudian dipergunakan oleh militer sebagai rudimeter granat. Seiring dengan perkembangan zaman, maka logam ditambahkan disamping 3 bahan campuran utama, pada saat inilah kembang api modern lahir dan disusul dengan terciptanya bahan peledak proyektil seperti peluru. Spoiler for 10: 9. Kompas Pada awalnya kompas yg diciptakan menunjuk ke selatan bukan utara karena mereka menganggap arah cardinal mereka adalah selatan. Kompas paling awal yg terbuat dari magnet diciptakan pada abad ke4 SM. Spoiler for 9: Contoh yang paling awal kompas cina, digunakan untuk membaca nasib seseorang. 8. Kertas Tidak jelas siapa yang pertama kali muncul dengan gagasan mengubah bahasa lisan ke bahasa tulisan. Ada info yg mengatakan bahwa bahasa tertulis pertama kali dirumuskan dalam suatu pacuan kuda antara Sumeria di Mesopotamia (sekarang Harappa, Afganistan) dengan Kemites di Mesir. Bahasa pertama muncul sekitar 5000 tahun yang lalu. Setelah bahasa mulai berkembang, manusia mulai mengekreasikan bahasa degan cara mencoret-coret / menggambar / menulis pada permukaan suatu benda, seperti bambu, kulit hewan, kulit kayu, tanah liat, papyrus, daun dan batu. Perubahan mulai terjadi setelah seorang pria bernama Cai Lun menemukan prototype kertas yang lebih maju. Sebelum terobosan Cai, orang-orang China menulis pada bambu (bambu yang ditipiskan) dan pada kain sutra, tapi pada 105 SM, Cai Lun menciptakan campuran serat kayu dan air kemudian di-pres kedalam kain tenunan. Dalam proses ini terciptalah kertas kasar. Spoiler for 8: 7. Pasta Pada tahun 2006, arkeolog menemukan semangkuk mie yang terkubur dalam tanah, berumur 4000 tahun di pemukiman Lajia, provinsi Qinghai didekat perbatasan Tibetian. Pasta yang tertua yang pernah ditemukan didunia. Itu terbuat dari dua jenis gandum millet, kedua jenis tersebut telah dibudidayakan oleh China selama sekitar 7000 tahun. Sampai saat ini orang-orang China masih menggunakan biji-bijian tersebut untuk membuat pasta. Spoiler for 7: 6. Gerobak Tangan (Wheelbarrow) Konsep gerobak tangan ini ditemukan oleh Jugo Liang yang hidup pada masa pemerintahan dinasti Han. Gerobak tangan pada mulanya digunakan untuk membawa benda-benda yang berat. Penemuan ini mengalahkan keberadaan gerobak eropa yang mana gerobak masih dengan system dorong (gerobak dorong). Gerobak tangan di china muncul 1000 tahun lebih awal dari gerobak eropa. Awalnya, kendaraan ini dimaksudkan untuk tujuan militer. Mereka digunakan sebagai barikade mobile serta untuk transportasi. Penemuan ini oleh orang China sempat dirahasiakan selama berabad-abad. Dari cerita rakyat, orang yang punya andil dalam penemuan kereta dorong adalah seorang petani yang hidup pada abad pertama sebelum masehi yang bernama Ko Yu. Namun hal ini masih dipertanyakan, spekulasi bermunculan bahwa masih ada ikatan benang merah antara Jugo Liang dan Ko Yu. Spoiler for 6: 5. Seismograf Meskipun China tidak mengatakan dengan pasti bagaimana sebuah gempa diukur dengan skala richter (skala richter belum ditemukan sampai 1935) , mereka tercatat berhasil menciptakan detector gempa pertama didunia, yaitu sesmograf. Penemu seimograf adalah Zhang Heng seorang astronom, matematik, engineer dan pelukis pada masa pemerintahan Dinasti Han awal abad kedua. Kreasi seismograf Zhang Heng adalah berbentuk sebuah bejana perunggu yang berat dengan dihiasi 9 ekor naga yg menghadap kebawah dan 9 ekor katak yang menghadap ke atas. Di dalam bejana tergantung pendulum dalam keadaan diam sampai ada getaran yang menggerakkannya. Kesimpulannya, ayunan pendulum mengatur tuas gerakan internal seismograf. Hal ini akan memicu pelepasan bola di mulut naga yang menghadap ke arah episentrum gempa bumi. Bola kemudian akan langsung jatuh ke dalam mulut katak di bawah. Sistim kerja seismograf ini sangat sederhana, tetapi negara-negara barat baru dapat mengembangkannya setelah 1500 tahun seismograf Zhang Heng tercipta. Spoiler for 5: 4. Alkohol Jejak-jejak alkohol ditemukan dalam pecahan tembikar oleh arkeolog di provinsi Hennan yang diperkirakan berumur 9000 tahun. Penemuan ini membuktikan bahwa China adalah yang pertama untuk membuat alcohol. Pada awal abad ketiga SM, orang China telah menemukan cara untuk memperbaiki produk makanan seperti cuka dan kecap dengan menggunakan teknik fermentasi dan penyulingan, kemudian disusul dengan alcohol. Spoiler for 4: 3. Layang-layang Layang-layang telah menjadi bagian dari budaya Cina selama sekitar 2.400 tahun. Selama abad keempat SM, Gongshu Ban dan Mo Di, seorang pelindung seni dan seorang filsuf, masing-masing membuat layang-layang berbentuk burung merpati kemudian dinaikkan ke udara dengan bantuan angin. Sepasang temuan baru tersebut secara cepat tertangkap mata dan tersebar luas. Seiring dengan berlalunya waktu, desain layang-layang diperbaiki dan dimanfaatkan sebagai hiburan. Cara mudah memancing tanpa perahu adalah dgn layang-layang. Layang-layang juga menjadi intrumen dalam aplikasi militer, untuk membawa dan menjatuhkan bahan peledak dipertahanan musuh. Pada tahun 1232, layangan dipergunakan untuk menjatuhkan selebaran propaganda diatas perkemahan tawanan perang mongol. Spoiler for 3: 2. Gantole Pada akhir abad keenam Masehi, China berhasil membangun aerodinamis layangan besar dan mampu untuk mengangkat rata-rata berat tubuh laki-laki. Gantole dulunya digunakan untuk menghibur kaisar. Kaisar mendapat kesenangan dengan menyaksikan penjahat yang dihukum dengan cara mengikatnya pada gantole, kemudian diterbangkan kedalam jurang. Spoiler for 2: 1. Sutra Metode memanipulasi materi ulat sutra sudah ada sejak 4700 tahun yang lalu. Sebuah gulir berisi artikel tentang produksi sutra ditemukan di makam Liangzhu diciptakan selama periode 3330-2200 SM. Orang-orang China merahasiakan penemuan sutra dengan sangat ketat, tapi rahasia terbongkar juga, karena mereka kehilangan kontrol ketika biarawan dari eropa berhasil mengambil telur / kepompong ulat sutra dan membawanya pulang ke negara asalnya. Spoiler for 1: | |
| | |
The Voynich Manuscript
The Voynich manuscript adalah buku kuno yang terbukti sukses membuat para ilmuwan terlihat bodoh, seakan buku ini mengatakan, "Figure THIS out, fuckwads." Tapi nyatanya buku ini merupakan sebuah buku text yang menyimpan misteri dan maksud didalamnya, terdapat juga ilustrasi didalam buku kuno ini. Sebenarnya tulisan tersebut merupakan bahasa, tapi tak seorangpun tahu maksudnya. Dan pasti ada maksud dibalik tulisan tersebut. Tak ada kepastian siapa yang menulis ini, bahkan kapan buku tersebut ditulis.The Antikythera Mechanism
Antikythera mechanism adalah sebuah barang kuno, yaitu sebuah pecahan mesin tua yang ditemukan di bangkai kapal dekat Yunani, yang akhirnya diketahui barang tersebut berasal dari 100 tahun sebelum masehi. Antikythera mechanism memiliki banyak gear dan berstruktur aneh yang jarang ditemukan lagi selama 1000 tahun.The Baigong Pipes
Di suatu area di China, tempat dimana tidak dihuni penduduk. Terdapat tiga pintu pipa segitiga yang dipenuhi besi dan rongsokan yang sudah berkarat di sekitar tepi gunung. Beberapa pipa menusuk jauh ke dalam gunung. Tapi beberapa pipa malah menyambung ke sebuah kolam danau yang asin. masih banyak lagi pipa² yang tidak dketahui dimana letaknya. beberapa ada yang panjangnya 40cm, dan beberapa ada juga yang lebih pendek, tapi sepertinya pipa diletakkan untuk menyusun sebuah bentuk tertentu.The Giant Stone Balls of Costa Rica
Costa Rica dan daerah sekitarnya dikejutkan dengan penemuan batu bola yang bundar dengan bentuk sempurna sekali. Tidak hanya satu yang ditemukan, tetapi banyak, ada yang kecil, ada juga yang setinggi manusia. Tidak diketahui bagaimana secara tiba² batu ini ada dimana² menyebar di Costarica, layaknya lapangan golf yang super besar.
Kenapa tidak dapat dijelaskan? masih menjadi misteri dan bagaimana batu ini bisa terbentuk. Jika batu ini terbentuk dari zaman dahulu, bagaimana bisa pada era itu manusia membuat batu besar seberat ini menjadi sehalus itu
The Baghdad Batteries
The Baghdad Batteries adalah sebuah artifact yang ditemukan di Mesopotamia yang diketahui dibuat pada zaman awal masehi. Benda ini seperti perlengkapan orang mesir zaman dahulu ketika berpergian. Ketika seorang arkeologis sadar dia bukan hanya menganalisa sebuah pot, dia langsung kaget ketika ia tau itu adalah sebuah baterai, karena pot tersebut berisi cairan baterai seperti cairan acid corrosion.Peneliti mendapati lukisan misterius yang dibuat orang Nasca Peru justru mempercepat kematian mereka sendiri akibat perubahan iklim. Teori lain mengatakan lukisan itu diukir oleh alien.
Masyarakat Nasca kuno terkenal karena lukisan di tanah yang menggambarkan binatang atau bentuk-bentuk geometris raksasa, yang hanya terlihat jelas dari udara.
Namun penelitian baru menyebut pembuatan lukisan itu justru membuat orang-orang Nasca kekurangan bahan makanan, karena kurangnya pepohonan di dekat lembah sehingga membuat iklim menjadi terlalu kering, kata para ilmuwan.
Laporan yang dibuat oleh Universitas Cambridge di Inggris menyatakan perlunya tindakan pada saat ini untuk melindungi tanah gersang di dunia.
"Sebuah peradaban kuno Amerika Selatan yang menghilang sekitar 1500 tahun yang lalu, dan membantu menyebabkan kematiannya sendiri dengan merusak ekosistem di daerahnya sendiri," kata universitas itu dalam sebuah pernyataan.
Orang Nasca membersihkan lembah untuk pertanian dengan menebang pohon-pohon huarango, sebuah spesies kunci yang dapat hidup lebih dari 1.000 tahun dan membantu mengatur kesuburan dan kelembaban tanah.
"Akhirnya, mereka menebang begitu banyak pohon sampai titik di mana ekosistem menjadi kering dan tidak dapat dikembalikan," sebut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Latin American Antiquity.
Sebelumnya, beberapa arkeolog berkesimpulan bahwa hilangnya orang Nasca pada cuaca ekstrim El Nino yang menyebabkan hujan dan bencana banjir.
"Hal ini sangat khusus untuk hutan," kata David Beresford-Jones, pemimpin studi. “Pohon Huarango adalah pohon luar biasa yang dapat memperbaiki nitrogen, dan merupakan sumber penting makanan, pakan, kayu dan bahan bakar bagi masyarakat setempat."
Akar yang menancap sangat dalam membantu menciptakan iklim mikro yang lembab, dan daunnya memberikan pupuk. Huarango yang tersisa di kawasan hutan saat ini sedang dihancurkan oleh operasi pembakaran secara ilegal.
Pernyataan mengatakan bahwa kebanyakan ahli percaya garis Nasca, di padang gurun digunakan sebagai jalur ritual suci. Teori liar mengatakan bahwa mereka diukir oleh alien.
"Kesalahan zaman pra-sejarah memberi kita pelajaran penting tentang manajemen yang rapuh, dan daerah-daerah kering di masa sekarang," kata penulis Oliver Whaley dari Royal Botanic Gardens, Kew.
Negosiator iklim dari 175 negara akan bertemu di Barcelona, Spanyol, pada tanggal 2-6 November untuk putaran akhir perundingan, sebelum pemerintah menyetujui pakta PBB yang baru dalam memerangi pemanasan global di Kopenhagen pada bulan Desember mendatang.
Di Barcelona, langkah-langkah untuk melindungi hutan tropis akan dipertimbangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pohon menyerap karbondioksida ketika mereka tumbuh dan melepaskannya ketika sudah membusuk atau dibakar.
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh
hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu
mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal
sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan
Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi
berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa,
pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian
permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang
hilang atau Atlantis.
si
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa
Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah
melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis,
The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of
Plato’s Lost Civilization (2005). santos-atlantis.jpgSantos menampilkan 33 perbandingan,
seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara
bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah
Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya,
ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir,
dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof.
Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960,
mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara
Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah
nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut
Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu
tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang
menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya
sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua
yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang)
sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang
aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale,
terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang
akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa
itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es
(era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi
secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia
(dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal
dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India
Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan
gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau
Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu.
Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau
(Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya
serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau
menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol).
Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat
dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam,
ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak
Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia
bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera
(ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi
secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di
kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan
Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil
itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung
berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera
sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung
berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantaibenua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh
gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan
gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia,
tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai
bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua
Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh
Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik
terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu.
Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata,
“Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada
Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos
sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu
adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik
Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di
Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,
Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani.
Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya
tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian
meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan
gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur
yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui),
tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah
dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya
sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu
bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris
Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak
rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada
masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan
bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya
kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***
Fosil membantu para ilmuwan mengupas kembali lapisan-lapisan waktu untuk mengungkapkan kisah kehidupan dari era lama yang telah berlalu. Terkadang sebuah cerita dengan arah yang tak terduga; sebuah fosil memiliki faktor "wow" hanya karena mereka ditemukan dan membuat hal yang mencengangkan.
1. Para ilmuwan dalam gambar diatas, misalnya, menggali sebuah fosil spesies buaya di bagian utara Niger yang diperkirakan telah berusia 250 juta tahun. Hal ini mengindikasikan perbedaan mencolok spesies yang jauh berbeda di zaman sekarang, menunjukkan bahwa era dan dunia hewan yang lebih beragam dari pemikiran sebelumnya.
2. Penemuan Hobbit di Indonesia bisa jadi membuat ilmuan menulis ulang sejarah manusia
Penemuan fosil kerangka makhluk mungil (hobbit) di pulau Flores, Indonesia, dipublikasikan di konferensi pers tahun 2004 yang ditampilkan di gambar, berpotensi membuat ilmuan menulis ulang sejarah evolusi manusia. Beberapa ilmuwan mengatakan makhluk, yang dijuluki "hobbit," mewakili sebuah spesies baru bernama Homo floresiensis. Jika demikian, itu berarti si spesies hobbit, yang hidup sekitar 18.000 tahun yang lalu, sedang terdampar di pulau itu sebagai manusia yang menyebar di seluruh dunia. Ilmuwan lain, bagaimanapun, membantah klaim spesies baru. Sebaliknya, mereka mengusulkan teori tentang pengerdilan pulau atau berbagai penyakit genetik yang mungkin menjelaskan mengapa dan bagaimana fosil sebenarnya dari manusia modern meskipun mereka terlihat berbeda dalam penemuan tersebut.
3. Penemuan penyu tropis yang ditemukan di Kutub Utara (Arktik)
Penemuan fosil penyu air tawar tropis Asia di Kutub Utara Kanada memunculkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya keberadaan spesies itu di sana. Lagi pula, air asin laut memisahkan Asia dari Amerika Utara. Para ilmuan yang menemukan fosil itu memperkirakan spesies tersebut hidup sekitar 90 juta tahun yang lalu, saat letusan gunung berapi besar tampaknya telah memicu serangan global warming yang dahsyat. Akibat pemanasan yang cepat, para ilmuwan menduga, proses hijrahnya spesies tersebut dari benua Asia ke Samudra Arktik. Karena air tawar kurang padat daripada air garam, hal itu memungkinkan perpindahan spesies ke perairan laut, karena tercipta sebuah jalur air tawar bagi migrasi penyu.
4. Penemuan fosil burung Kolibri di Eropa
Lebih dari 30 juta tahun yang lalu di Eropa, sebuah makhluk mirip burung melayang di atas tanaman berbunga, mereka makan dari nektar. Para ilmuwan yang menemukan burung itu memberi nama Eurotrochilius inexpectatus, yang secara kasar diterjemahkan menjadi "Burung Kolibri Eropa yang tak terduga." Yang mengejutkan adalah bahwa fosil-fosil, yang ditunjukkan di sini, adalah modern pertama fosil burung-jenis yang dikenal dari luar Amerika dan jutaan tahun lebih tua daripada yang ada di zaman sekarang. Bentuk lama burung itu sekitar satu inci dan setengah dari kepala ke ekor, dengan paruh dan sayap ideal untuk makan sambil berdiri.
5. Penemuan hewan raksasa bersel satu
Hewan raksasa, makhluk bersel tunggal, yang ditampilkan di sini meletakkan jejak seperti menggelinding perlahan di dasar laut di lepas pantai Bahama, penemuan ini sontak membalikkan teori-teori tentang jenis makhluk serupa yang hidup di dasar laut 1,8 miliar tahun yang lalu. Para ilmuwan telah lama berpikir bahwa hanya hewan multisel simetris yang bersisi kiri dan kanan bisa meninggalkan jejak fosil. Jika demikian, telah terjadi periode evolusi cepat dan diversifikasi sekitar 550 juta tahun yang lalu, ketika organisme multiseluler pertama muncul dalam catatan fosil. Penemuan baru ini menunjukkan besarnya protista bersel tunggal seperti Gromia sphaerica sangat memungkinkan membuat jejak fosil.
6. Penemuan fosil dinosaurus menyerupai burung
Penemuan ini menjadi penemuan yang tak terduga dan berdampak masif. Sebuah burung dinosaurus ditemukan di Basin Erlian dari Mongolia Dalam, Cina, ilmuan menduga spesies ini 35 kali lebih banyak daripada zamannya ditemukan yakni 70 juta tahun yang lalu. Dinosaurus yang ditemukan ini masih remaja, ketika itu meninggal pada usia 11 tahun, beratnya lebih dari 3.000 pound. Para ilmuwan menamakannya Gigantoraptor erlianensis. Xing Xu, seorang ahli paleontologi di Akademi Sains Cina di Beijing dan rekan penulis penelitian menggambarkan dinosaurus, mengatakan kepada wartawan bahwa penampilan outsized dinosaurus itu menganalogikannya seperti melihat tikus yang sebesar babi. Burung dinosaurus ini diduga 10 kali lebih tinggi dari dinosaurus terbesar yang pernah dianalisis tingginya.
7. Penemuan fosil ikan yang membuat ilmuan menulis ulang kisah tentang landlubbers
Penemuan fosil kuno ikan primitif yang berenang di sepanjang karang laut tropis di Australia 380 juta tahun yang lalu membuat ilmuan menata ulang cerita bagaimana pertama kali kehidupan ikan yang mampu keluar dari laut ke daratan. Fosil ikan, bernama Gogonasus, memiliki struktur bernapas di atas kepalanya, dan sendi dalam sirip. Para ilmuwan mengatakan bagian itu adalah sebuah prekursor ke telinga bagian tengah dan lengan dan berbeda dengan modern landlubbers yang ada sekarang. Usia penemuan ikan kuno Gogonasus pertama ini mendorong munculnya perubahan signifikan pada catatan fosil.
8. Penemuan "surga" beberapa fosil hewan di bawah area parkir
Di bawah tempat parkir tua di tengah-tengah Los Angeles, para kru konstruksi menemukan kerangka raksasa hampir utuh serta tulang singa Amerika, kucing bergigi pedang, serigala mengerikan, bison, kuda, tanah dan lainnya mamalia di zaman es. Harta karun yang berupa fosil ini terletak di dekat La Brea Tar Pits, di mana binatang2 Ice Age yang terperangkap di aspal yang mengalir dari celah-celah dan retakan di dalam tanah. Ahli proyek paleontologi memperkirakan satwa2 liar ini kemungkinan besar berkeliaran antara 10.000 hingga 40.000 tahun yang lalu. Tulang rahang dari Zed raksasa ditampilkan di gambar.
So, sejarah tentang kehidupan makhluk-makhluk yang pernah hidup di bumi akan terus ditata ulang seiring penemuan-penemuan fosil yang belum terungkap. Bumi ini sudah berusia miliaran tahun (sumber:USGS), jadi sangat mungkin bila banyak misteri dan sejarah yang belum terungkap.
*Artikel ditulis oleh John Roach di SUMBER english version
Menurut legenda ritual Freemasonry, persaudaraan Mason telah ada sejak pembangunan kuil Raja Sulaiman ratusan abad silam. Karena kuil yang dikerjakan sangat besar, sehingga diperlukan adanya suatu bentuk pengorganisasian kerja yang baik untuk memastikan pembangunan kuil selesai tepat pada waktunya
Keadaan ini mendorong perkembangan organisasi pekerja stonemason dan arsitek ke dalam berbagai tingkatan dan kelas dengan tanggung jawab yang berbeda-beda.
Banyak karakter yang diungkap dalam buku Kings and Chronicles dalam Kitab Yahudi sesuai dengan kondisi-kondisi yang ada di berbagai tingkatan organisasi Masonry, misalnya Raja Sulaiman, Hiram (Raja Tyre yang mensuplai bahan material, terutama kayu cedar, untuk pembangunan kuil), Adoniram, dsb.
Meskipun persaudaraan Masonic melakukan ritual-ritual zaman Raja Sulaiman, agar dapat menjadi sebuah kebenaran sejarah, tetapi tidak ada otoritas Masonic yang memberikan kebenaran tentang adanya organisasi Mason di masa lampau.
Yang sudah diketahui dengan pasti adalah ada sebuah organisasi persaudaraan di masa lampau, baik diantara kaum pagan maupun kaum Yahudi. Dan kasus yang lebih dahulu muncul adalah organisasi tersebut dikait-kaitkan dengan adanya kerahasiaan, seperti halnya misteri Eleusinian yang sangat terkenal. Contoh misteri yang mengemuka lainnya adalah adanya kelompok rahasia yang bernama Pharisees.
Eleusinian adalah sebuah komunitas rahasia yang mempunyai ritual-ritual inisiasi, pembagian divisi yang lebih kecil dengan sifat kerahasiaan yang semakin besar, ujian-ujian yang harus dihadapi sebelum memperoleh pengetahuan dan rahasia yang harus dijaga. Rahasia komunitas ini tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu dan yang mengetahui hanyalah mereka saja. Mungkin pengetahuan tentang sifat komunitas ini jatuh ke tangan para pendiri Mason dan pada akhirnya membentuk struktur organisasi Mason seperti sekarang ini.
Berbeda dengan Eleusinian, kelompok Pharisees tidak menyembunyikan pengetahuan apapun. Akan tetapi, mereka melakukan pembatasan keanggotaan dan memanggil sesamanya dengan sebutan “chaver” (kha VER), konsep yang sama dengan penggunaan sebutan “saudara” atau “kawan” pada organisasi Mason sekarang. Setiap anggota baru diminta untuk bersumpah dan mematuhi perintah dan hukum organisasi dengan disaksikan oleh tiga anggota lainnya.
Pharisees dianggap memiliki ajaran yang berbeda oleh para pengikut Yudaism maupun Kristen. Di kemudian hari, istilah Pharisee memiliki konotasi negatif, yang hampir sama dengan kaum hipokrit. Bagi kaum Yahudi, struktur Pharisaic secara esensi telah muncul dalam ajaran Yudaism 2000 tahun yang lalu. Pharisees dipandang sebagai sebuah kelompok yang berupaya memadamkan peran agama di mana puncaknya adalah penghancuran kuil di Yerusalem.
Pengetahuan mengenai praktik-praktik Pharisaic mungkin sudah diketahui oleh para pendiri Mason. Mereka juga memandang bahwa hanya ada satu cara efektif untuk mengorganisasi sebuah persaudaraan dengan baik, dan cara tersebut telah ditemukan secara terus menerus, independen, dan selalu berulang.
Periode Pertengahan
Teori munculnya Freemasonry yang juga cukup umum adalah berasal dari serikat pekerja atau gilda stonemason pada abad pertengahan. Istilah “Free” mengindikasikan bahwa Mason tidak terikat dengan tanah sebagai budak, tetapi mereka adalah orang-orang bebas pergi kemanapun, seperti hal seorang pedagang yang selalu membangun di manapun ia berada.
Mason di abad pertengahan selalu mendirikan berbagai bangunan, tetapi perhatian khusus selalu dipusatkan pada katedral-katedral besar yang dibangun selama periode ini. Untuk menciptakan sebuah konstruksi bangunan yang mengaggumkan, diperlukan pendidikan prinsip-prinsip geometri, aritmatika, maupun teknik sipil. Gilda stonemason, dan para arsitek pada masa itu menjadi sebuah semacam pusat penyimpanan pengetahuan di luar unsur paling dominan yang ada di masyarakat: pendeta.
Seiring dengan gelombang maraknya pembangunan katedral dan permulaan masa-masa renaisans, diperkirakan Freemason tetap menjaga organisasi mereka dengan membuka keanggotaan untuk forum diskusi filosofis serta pengetahuan lain. Anggota tersebut merupakan orang-orang tertentu yang berada di kelas atas dan bukan pekerja itu sendiri.
Ada teori lain tentang kemunculan Freemasonry pada abad pertengahan. John Robinson penulis buku Born on Blood mengatakan bahwa para Mason adalah keturunan dari ksatria templar. Templar adalah sekelompok ksatria yang memiliki kekuatan dan kesejahteraan semasa Perang Salib. Setelah Perang Salib selesai, pada abad ke-14, mereka ditekan oleh Raja Perancis dan kalangan gereja. Sebagian besar para templar menemui ajalnya, dan ada juga sebagian dari mereka yang mampu bertahan. Beberapa tingkatan dalam Mason berkaitan dengan kejadian ini. Hipotesis yang kemudian muncul adalah bekas para templar tersebut mempertahankan persaudaraan mereka dengan melakukan penyamaran dalam bentuk Freemasonry.
Teori-teori mutakhir yang melacak asal-muasal Masonry justru tidak mengarah pada gilda stonemason seperti yang diungkapkan sebelumnya, melainkan lebih kepada akibat dari konflik yang ada Inggris pada abad ke 17. Cyril Batham, salah seorang Quatuor Coronati Research Lodge yang cukup terkenal di Inggris, mengungkapkan bahwa orang-orang ini mendirikan Lodge untuk menjaga komunikasi ketika bersembunyi dari kejaran kaum Anglikan semasa pergolakan Jacobite.
Periode Modern
Di era modern, Freemasonry muncul sejak didirikannya Grand Lodge pertama pada St. John’s Day, di London pada tahun 1717. Empat lodge lama berkumpul bersama di Goose dan Gridiron Ale House untuk mengorganisasi pendirian Grand Lodge.
Dari waktu ke waktu organisasi-organisasi free-thinker seperti Masonry ini semakin matang untuk melebarkan sayapnya di dunia Barat. Masa-masa pencerahan di benua ini dimulai ketika Inggris sedang bertransisi menjadi sebuah negara liberal yang ditandai dengan penolakan konsep “hak agung” monarki James II. Organisasi Masonry menyebar dengan cepat ke kawasan lainnya seperti Perancis, Austria-Hungaria, dan Jerman.
Lodge kuno dan modern yang berada di Inggris, pada tahun 1813, kemudian bergabung menjadi sebuah organisasi tunggal yang bernama United Grand Lodge of England. Ketika itu, kedua organisasi Mason membuat piagam tentang Tata Dunia Baru. Fakta ini menjadi dasar adanya keragaman ritual Mason di daratan Amerika, meskipun sifat ritual yang asli tidak dapat dilihat dari konsep keanggotan Grand Lodge semata, yakni sebagai “Ancient Free and Accepted Masons” atau hanya “Free and Accepted Masons”.
Lodge pertama di AS didirikan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam piagam Grand Lodges di Inggris. Dalam perjalanannya, Lodge-lodge di daerah koloni merasa perlu untuk membentuk Lodge yang baru dan dapat mengorganisasi Grand Lodge (berada di provinsi semasa masa koloni) mereka sendiri.
Grand Lodge independen pertama di Amerika dibentuk sebagai hasil pertemuan empat Lodge di Virginia. Seperti apa yang telah diamanatkan oleh Grand Lodge yang berada di masing-masing negara bagian, konsep ritualnya merupakan perpaduan dari Grand Lodge-Grand Lodge yang ada. Pada tahun 1995, sudah berdiri Grand Lodge di 50 negara bagian AS, dan 1 di distrik Columbia. Ada perkembangan yang cukup pesat pada organisasi ini, seperti misalnya Grand Lodge di California memiliki yurisdiksi atas Lodge di Hawaii.
Masonry memainkan peranan penting di masa-masa awal sejarah kemerdekaan AS. Banyak pendiri negara AS adalah Mason (1/3 dari penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS dan 1/3 yang menghadiri Consitution Convention di Philadelphia tahun 1787 adalah para Mason), termasuk Benjamin Franklin dan George Washington. Disinyalir, Boston Tea Party semasa kemerdekaan AS juga turut di organisasi dalam salah satu pertemuan Lodge. Pada peristiwa itu, sekelompok orang yang memakai atribut Indian menumpahkan teh di pelabuhan Boston diduga adalah Mason. Ada juga cerita bahwa pasukan Inggris menjaga properto-properti miliki Mason Amerika ketika revolusi berkobar untuk kemudian diserahkan kepada otoritas Masonic lokal setelah perang selesai.
Perkembangan Masonry Amerika mengalami kemunduran pada tahun 1820, ketika sentimen Antimasonic mencapai puncaknya yang ditandai dengan dimunculkannya kandidat presiden sebagai oposisi Lodge. Pada masa itu, banyak badan-badan yang berada di bawah naungan Lodge tidak eksis lagi. Kekacauan itu terjadi karena Mason dituduh melakukan eksekusi kepada mereka yang dianggap berkhianat karena membuka rahasia persaudaraan Lodge di New York.
Ketika Perang Sipil di AS berkecamuk, Mason berada di dua sisi. Anggota Lodge yang turun dalam peperangan menggunakan seragam dengan warna yang berbeda. Tahanan perang yang merupakan anggota Mason diminta untuk datang ke Lodge untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan menghadiri pemakaman prajurit Masonic yang gugur.
Peran Masonry dalam aspek kehidupan sosial AS di akhir abad 19 dan awal abad 20 cukup penting. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di masyarakat adalah anggota Lodge. Organisasi persaudaraan yang juga muncul untuk bersaing dengan Mason antara lain, Grange, Elks, Moose, dan Odd Fellows. Kegiatan amal Masonic mampu menyokong kehidupan sosial masyarakat di masa-masa sulit, dan kegiatan itu ada jauh sebelum dibuatnya program jaring pengaman sosial pada tahun 1930.
Keanggotaan dalam persaudaraan Masonic mencapai puncaknya pada akhir tahun 1950, dan setelah masa itu, mengalami penurunan. Fenomena yang sama juga terjadi pada berbagai organisasi persaudaraan lain, seperti di berbagai klub bisnis, gereja, dsb. Penurunan itu disebabkan meningkatnya berbagai sarana hiburan di rumah secara massal, tuntutan pekerjaan yang semakin besar, dan sebab-sebab lainnya. Tidak seorang pun yang tahu bagaimana cara mengubah kemunduran itu, akan tetapi peran Lodge dalam struktur sosial di berbagai perkotaan sepertinya akan terus surut dan bisa berubah hanya apabila seluruh struktur sosial masyarakat AS berubah menjadi tipe masyarakat yang berorientasi keluar (outward oriented). Survey memperlihatkan bahwa saat ini banyak orang Amerika yang tidak lagi peduli pada eksistensi persaudaraan Masonic. Padahal, lebih dari 50 tahun yang lalu, ketidakpedulian terhadap keberadaan Lodge hanyalah sebuah impian.
Sejenis buaya sepanjang 6 meter yang memiliki tiga pasang taring seperti taring babi hutan, pernah menjelajahi wilayah Afrika bagian utara jutaan tahun lalu. Pada masa yang sama, di tempat yang tak jauh, jenis buaya lain dengan moncong lebar dan datar hidup dengan berburu ikan. Masih di wilayah tersebut, jenis buaya lain sepanjang satu meter dengan gigi pengerat mencari ulat dan mengunyah tanaman.
Tiga spesies yang baru ditemukan fosilnya itu diperkenalkan oleh peneliti Paul Sereno dari Universitas Chicago dan Hans Larsson dari Universitas McGill di Montreal, Kamis (19/11). Mereka bicara dalam konferensi pers yang diselenggarakan National Geographic Society.
"Spesies-spesies ini membuka jendela mengenai dunia buaya di bagian utara benua itu," ujar Sereno tentang hewan-hewan yang hidup 100 juta tahun lalu itu.
Menurut para peneliti, buaya-buaya itu bisa bergerak lincah di daratan untuk mengejar mangsa dan menyelam di air. "Mereka memiliki kaki yang mampu digunakan berlari dan ekor yang bisa dipakai mengayuh di air. Kemampuan itulah yang membuat mereka bisa selamat di masa dinosaurus," papar Sereno.
Ketiga spesies yang ditemukan itu adalah:
• Kaprosuchus saharicus, disebut juga "Buaya Celeng" ditemukan di Niger. Pemakan daging sepanjang 6 meter ini memiliki moncong yang berisi tiga pasang taring untuk memotong daging. Taring di rahang atas dan bawah itu mirip taring babi hutan, sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya pada buaya.
• Araripesuchus rattoides, atau dijuluki "Buaya Tikus" ditemukan di Maroko. Hewan sepanjang satu meter ini makan ulat dan tanaman. Ia memiliki gigi seperti tikus di rahang bawahnya untuk menggali tanah.
• Laganosuchus thaumastos, atau "Buaya Pancake" di Niger dan Maroko. Panjangnya sekitar 6 meter dan makanannya ikan. Hewan ini memiliki kepala datar seperti panekuk sepanjang satu meter dan gigi-gigi tegak di rahangnya. Diduga ia menangkap ikan dengan membuka rahangnya dan menanti ikan lewat.
Sebagai tambahan, para peneliti juga menemukan fosil dari dua spesies buaya yang telah dikenal sebelumnya, yakni:
• Anatosuchus minor, alias "Buaya Bebek" yang ditemukan di Niger. Buaya sepanjang satu meter yang memiliki moncong lebar dan hidung mirip pinokio ini memangsa ikan, kodok, dan ulat. Ia memiliki sensor khusus di ujung moncongnya untuk mencari mangsa di perairan dangkal.
• Araripesuchus wegeneri, atau "Buaya Anjing" ditemukan di Niger. Hewan sepanjang satu meter ini memakan tumbuhan dan memiliki hidung mengarah ke depan seperti hidung anjing.
Sereno fokus meneliti buaya purba di Gurun Sahara sejak ia menemukan fosil Sarcosuchus imperator, buaya sepanjang 12 meter yang diduga beratnya mencapai 8 ton dan kemudian dikenail sebagai "SuperCroc."
buaya di zaman purba dolo..di perkirakan masih hidup sampe sekarang
kalo ini buaya zaman sekarang
untung bisa disambung lagi dah gan